TOPIKTOP.COM – Sebuah penelitian mengungkapkan orang dengan postur tubuh gemuk memiliki risiko terkena kanker. Bahkan ketika mereka terlihat sehat secara medis.
Peneliti menyebut tekanan darah normal, kadar kolesterol dan gula darah bukan jaminan kesehatan bagi mereka yang memiliki berat badan terlalu banyak.
Seperti dilansir dari laman The Sun, para peneliti di Lund University di Malmo, Swedia, mempelajari data kesehatan hampir 800 ribu orang Eropa.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
KPK Buka Kemungkinan Panggil Istri Menteri UMKM Terkait Perjalanan ke Eropa
Isu Kemiskinan dan Siber Dominasi Sidang Pleno KTT ASEAN ke-46
CCTV Ungkap Detik-Detik Remaja Jatuh Dari Lantai Atas Gedung Lotte Avenue Mega Kuningan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka menemukan bahwa orang gemuk dengan “komplikasi metabolik” paling berisiko.
Baca artikel lainnya di sini : 10 Tips Kecantikan Alami untuk Wanita Modern
“Sejumlah besar kasus kanker berpotensi dapat dicegah dengan menargetkan koeksistensi masalah metabolisme dan obesitas,” kata penulis studi Dr Ming Sun.
Baca Juga:
Diplomasi Ekonomi Indonesia – Australia, Evaluasi 5 Tahunan CEPA dan Isu Mineral Kritis
Indonesia Berpotensi Selamatkan Jutaan Nyawa, Biofarma dan Gates Foundation Kembangkan Vaksin TBC
Pria yang sehat secara metabolik obesitas memiliki 67 persen peningkatan risiko kanker ginjal, dan 42 persen peningkatan risiko kanker usus, menurut para peneliti.
Tetapi hubungan antara kanker pankreas dan kanker rektum tidak lagi signifikan secara statistik.
Kelebihan berat badan, tetapi tidak obesitas meningkatkan risiko beberapa myeloma kanker darah sebesar 50 persen.
Baca artikel lainnya di sini :Stres Berkelanjutan Tingkatkan Resiko Gangguan Penglihatan, Begini Menurut Hasil Studi
Baca Juga:
Bangun Kepercayaan Publik dan Jaga Stabilitas Politik Jadi Tantangan bagi Pemerintahan Prabowo
Sejumlah Konglomerat Korea Selatan yang Meraup Keuntungan dari Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya
Tim Gabungan Tangkap Seekor Buaya dari Sungai Sangatta, Diduga Memangsa Bocah Usia 10 Tahun
Tapi yang mengejutkan, baik laki-laki yang sehat secara metabolik maupun yang tidak sehat dengan obesitas lebih rentan daripada kelompok yang sama dengan berat badan normal.***











